Ayat Nats
Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
Segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selamalamanya!
Bacaan Alkitab
1:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian: 1:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku." 1:3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. 1:4 Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur. 1:5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak. 1:6 Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata: "Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa." 1:7 Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi. 1:8 Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?" 1:9 Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan." 1:10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: "Apa yang telah kauperbuat?" --sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka. 1:11 Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora." 1:12 Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu." 1:13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka. 1:14 Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki." 1:15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk. 1:16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar. 1:17 Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.
2:1 Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu,
8:1 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya. 8:2 Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala. 8:3 Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu. 8:4 Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. 8:5 Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.
Dalam menjalani kehidupan, kita sering merasa bahwa semuanya bergantung pada kekuatan dan kemampuan kita. Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa hidup kita sebenarnya berpusat pada Allah. Dialah sumber segala sesuatu, yang menopang kita dan kepada-Nya-lah segala sesuatu diarahkan. Yesaya 40:28 berkata bahwa TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Ketika umat Tuhan sudah lelah, lesu, dengan keadaan terpuruk yang di alami, justru Tuhan hadir bagi umatNya. Tuhan tidak menjadi lelah dan lesu untuk menguatkan umatNya.Tuhan tidak pernah habis akal, cara untuk menolong umatNya. Tuhan menyatakan bahwa Ia-lah Allah yang kekal, yang tidak berubah kesetiaan-Nya kepada umat-Nya. Ketika kita sudah merasa tidak sanggup lagi menghadapi keadaan sulit, Tuhan tidak pernah menjadi lelah dan lesu untuk menolong umat-Nya. Kekuatan kita ada batasnya, tetapi kekuatan Tuhan tidak pernah habis. Ketika kita merasa tidak tahu harus berbuat apa, Tuhan tidak pernah kehabisan cara untuk menolong. PengertianNya tidak terselami dan hikmat-Nya jauh melampaui pemikiran manusia. Apa yang bagi kita terlihat sebagai jalan buntu, bagi Tuhan selalu ada jalan. Tuhan menyatakan bahwa Dialah Allah yang kekal. Ia tidak berubah dan kesetiaan-Nya kepada umat-Nya tidak pernah berakhir. Keadaan kita dapat berubah, kekuatan kita dapat melemah, bahkan manusia dapat meninggalkan kita, tetapi Tuhan tetap setia.
Hal ini sejalan dengan Roma 11:36. Ayat ini mengingatkan kita bahwa segala sesuatu berasal dari Allah. Kehidupan, kekuatan, pertolongan, berkat, dan keselamatan berasal dari Dia. Hal ini juga terlihat dalam karya keselamatan Allah. Keselamatan berasal dari Allah, dikerjakan oleh Allah, dan pada akhirnya seluruh kemuliaan dikembalikan kepada Allah. Paulus menjelaskan karya keselamatan Allah bagi umat-Nya, baik bagi bangsa Israel maupun bangsa-bangsa lain, sebagai bagian dari hikmat dan rencana Allah yang sempurna. Segala sesuatu berlangsung oleh Allah. Oleh pertolongan dan kuasa Allah dan Pada akhirnya diarahkan kepada Allah untuk kemuliaan-Nya. Maka, tetaplah berharap kepada Tuhan. Apa pun yang sedang kita hadapi, marilah kita menyerahkan hidup kita kepada-Nya dan percaya bahwa pada akhirnya segala sesuatu akan mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan. Maka, marilah kita belajar menjalani kehidupan dengan keyakinan: Dari Dia kita menerima kehidupan. Oleh Dia kita dikuatkan dan ditopang. Kepada Dia kita mengarahkan seluruh hidup kita Dan bagi Dialah segala kemuliaan sampai selama-lamanya.
Doa
Ya Tuhan, saya bersyukur atas segala sesuatu yang Tuhan berikan bagi saya dan keluarga serta pertolonganMu yang tak terbatas dan biarlah saya hidup hanya bagiMu. Sebab Bagi Engkaulah segala kemuliaan sampai selama-lamanya.
Pokok Doa Harian Puji dan Janji
Keluarga, Sekolah, Pekerjaan
Rumah tangga kita, sanak saudara dan sahabat. Pekerjaan kita baik yang didalam maupun di luar rumah tangga, pendidikan anak - anak sekolah, asrama - asrama, panti asuhan; para guru, pendidikan dan pengasuh, katakesasi, pelayanan anak - anak, pemuda dan remaja.
Pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
Minggu, 2026-11-01
Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.
Ia yang duduk di atas tahta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”