Ayat Nats
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat.
Ia (Yesus) memanggil dia dan berkata kepadanya: “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.” Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.
Bacaan Alkitab
5:9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, 5:10 yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. 5:11 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.
5:12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; 5:13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain. 5:14 Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang. 5:15 Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.
5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. 5:7 Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu. 5:8 Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus. 5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. 5:10 Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi." 5:11 Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa, 5:12 katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!" 5:13 Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!" 5:14 Dan keempat makhluk itu berkata: "Amin". Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.
Pernahkah kita mendengar istilah negativity bias (bias negatif)? Negativity bias adalah kecenderungan psikologis manusia yang lebih memperhatikan, mengingat dan terpengaruh oleh hal-hal buruk atau negatif daripada hal-hal baik atau positif, bahkan ketika dua-duanya memiliki porsi atau intensitas yang sama. Itulah sebabnya, kita cenderung lebih sering mengingat kritik tajam dari pada pujian, kegagalan daripada keberhasilan, kemalangan daripada pertolongan, dan seterusnya.
Dalam bacaan firman Tuhan hari ini, Raja Daud mengungkapkan kalimat self reminder (pengingat bagi diri sendiri), “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” (Mzm. 103:2). Daud sadar bahwa manusia cenderung lebih mudah mengeluh dan menggerutu atas kemalangan yang ia alami, tetapi sering melupakan pertolongan Tuhan. Padahal TUHAN telah memahkotai hidup kita dengan kasih setia dan rahmat-Nya (Mzm. 103:4). Setiap berkat, pemeliharaan, pengampunan, dan penyertaan TUHAN adalah bukti nyata kebaikan-Nya. Dalam catatan Injil Lukas, kebaikan Allah itu terlihat dengan jelas dalam pelayanan Tuhan Yesus. Ketika melihat seorang perempuan yang telah delapan belas tahun menderita sakit sampai ia tidak dapat berdiri lagi dengan tegak/ bungkuk punggungnya karena dirasuki roh, Tuhan Yesus memanggilnya, meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu dan menyembuhkannya, dan memulihkannya. Seketika itu juga perempuan itu berdiri tegak dan memuliakan Allah (Luk. 13:12–13). Ia bukan hanya bersukacita karena kesembuhannya, tetapi juga memberikan kemuliaan kepada Dia yang telah berbuat baik kepadanya berupa mujizat kesembuhan yang ia nanti-nantikan.
Bagaimana dengan sikap hati kita, apakah kita lebih sering mengingat beban hidup dan kemalangan daripada kebaikan dan pertolongan Tuhan? Jangan sampai kesesakan dan pergumulan membuat kita lupa bahwa jika kita masih hidup sampai hari ini adalah semata-mata karena kasih setia dan rahmat TUHAN. Hati yang terus mengingat kebaikan TUHAN akan selalu memiliki alasan untuk bersukacita, bersyukur dan memuliakan nama-Nya. Mari ambil waktu untuk mengingat kembali satu demi satu kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Biarlah setiap ingatan akan kasih dan kebaikan-Nya membangkitkan ucapan syukur dan mendorong kita hidup bagi kemuliaan-Nya. Ingat kasih-Nya, muliakan nama-Nya.
Doa
Bapa yang penuh kasih, terima kasih atas segala kebaikan-Mu yang tak terhitung dalam hidup kami. Kiranya hati kami senantiasa dipenuhi rasa syukur, sehingga menjadi pujian yang memuliakan nama-Mu setiap hari. Di dalam Kristus Tuhan kami memohon. Amin.
Pokok Doa Harian Puji dan Janji
Sesama kita
Tetangga, teman sekerja, partner dalam perdagangan. Penghiburan, nasehat dan bantuan untuk para pengungsi, penganggur; orang - orang yang sakit, lemah, buta, bisu atau cacat. Para janda dan duda, orang - orang yang kerasukan, yang ada dalam godaan, para tahanan, para korban penindasan dan kekuasaan.
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Minggu, 2026-10-25
Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
Ia yang duduk di atas tahta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”