LOADING
Ayat Nats

Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?”

Perikop (TB)

Paulus menulis: Telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus. Dan kebanyakan saudara dalam Tuhan telah beroleh kepercayaan karena pemenjaraanku untuk bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut.

Perikop (TB)
Bacaan Alkitab

8:12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan. 8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat. 8:14 Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan. 8:15 Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan. 8:16 Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi. 8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku. 8:18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan. 8:19 Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan. 8:20 Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan, 8:21 supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.

Murid-murid yang mengundurkan diri di Galilea

6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?" 6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? 6:62 Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? 6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. 6:64 Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. 6:65 Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya." 6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Pengakuan Petrus

6:67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" 6:68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; 6:69 dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah." 6:70 Jawab Yesus kepada mereka: "Bukankah Aku sendiri yang telah memilih kamu yang dua belas ini? Namun seorang di antaramu adalah Iblis." 6:71 Yang dimaksudkan-Nya ialah Yudas, anak Simon Iskariot; sebab dialah yang akan menyerahkan Yesus, dia seorang di antara kedua belas murid itu.

Saat Air Mata Menjadi Kekuatan

Pada saat tertentu beban hidup terasa begitu berat hingga kata-kata tidak lagi mampu mewakili isi hati. Yang ada hanyalah air mata. Dan lebih menyakitkan lagi, di tengah situasi terpuruk itu, keadaan seolah berbisik atau bahkan mengejek kita melalui orang-orang di sekitar: “Masih percaya Tuhan, kamu sudah setia, tapi kenapa hidupmu begini saja?

Pertanyaan – pertanyaan intimidasi ini sering membuat kita ingin menyerah. Pemazmur pernah merasakannya. Ia begitu hancur hingga mengumpamakan air mata sebagai makanannya siang dan malam. Pengalaman Rasul Paulus memberikan kita sudut pandang yang sama sekali baru tentang bagaimana menghadapi “penjara” kehidupan. Saat dipenjara, sebuah situasi yang sangat mungkin membuat orang luar mengejek dan mempertanyakan pembelaan Tuhan atas hidupnya, Paulus tidak fokus pada jeruji besi yang mengurungnya. Ia fokus pada apa yang Tuhan bisa lakukan melalui jeruji besi tersebut. Penjara yang seharusnya membungkam Paulus justru berubah menjadi mimbar. Seluruh pengawal istana tahu tentang Kristus karena Paulus, dan yang paling luar biasa : penderitaan Paulus justru membakar keberanian  jemaat lain untuk semakin berani memberitakan firman Tuhan.

Kedua bacaan hari ini memberikan pesan rohani yang sangat dalam bagi kita: Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan air mata dan penderitaan anak-anak-Nya. Ketika kita tetap memilih untuk setia, tetap menyembah, dan tetap mengasihi Tuhan di dalam kesesakan, kita sedang memberikan jawaban paling kuat atas pertanyaan dunia: “Di mana Allahmu?”Sering kali, Tuhan mengizinkan kita mengalami masalah, baik itu masalah ekonomi, kesehatan, maupun keluarga, bukan untuk menghancurkan kita. Tuhan sedang memakai ketabahan kita untuk menjadi bahan bakar bagi iman orang lain. Saat orang-orang di sekitar melihat kita tetap memiliki damai sejahtera di tengah badai, iman mereka yang tadinya lemah akan bangkit dan bertumbuh. Air mata kita hari ini bukan tanda kekalahan. Di tangan Tuhan, setiap tetes air mata dan setiap kesetiaan kita di masa sukar sedang diubah menjadi sebuah kuasa kesaksian yang menyelamatkan dan menguatkan sesama. (IWM)

Penulis: (IWM)
Doa

Ya Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang melihat setiap tetes air mata kami. Ajar kami tetap taat dan setia. Amin

Pokok Doa Harian Puji dan Janji

Sesama kita

Tetangga, teman sekerja, partner  dalam perdagangan. Penghiburan, nasehat dan bantuan untuk para pengungsi, penganggur; orang - orang yang sakit, lemah, buta, bisu atau cacat. Para janda dan duda, orang - orang yang kerasukan, yang ada dalam godaan, para tahanan, para korban penindasan dan kekuasaan.

Efesus 5: 8b-9

 Hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.


Minggu, 2026-07-26
Amos 5 : 24

Biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir

Wahyu 21: 5

Ia yang duduk di atas tahta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”