Ayat Nats
Ia (Allah) melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak tercapai oleh pengetahuan kita.
Bapamu yang di sorga, menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Bacaan Alkitab
4:1 Datanglah kembali malaikat yang berbicara dengan aku itu, lalu dibangunkannyalah aku seperti seorang yang dibangunkan dari tidurnya. 4:2 Maka berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat: tampak sebuah kandil, dari emas seluruhnya, dan tempat minyaknya di bagian atasnya; kandil itu ada tujuh pelitanya dan ada tujuh corot pada masing-masing pelita yang ada di bagian atasnya itu. 4:3 Dan pohon zaitun ada terukir padanya, satu di sebelah kanan tempat minyak itu dan satu di sebelah kirinya." 4:4 Lalu berbicaralah aku, kataku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Apakah arti semuanya ini, tuanku?" 4:5 Maka berbicaralah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: "Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?" Jawabku: "Tidak, tuanku!" 4:6 Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam. 4:7 Siapakah engkau, gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!" 4:8 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, demikian: 4:9 "Tangan Zerubabel telah meletakkan dasar Rumah ini, dan tangannya juga akan menyelesaikannya. Maka kamu akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. 4:10 Sebab siapa yang memandang hina hari peristiwa-peristiwa yang kecil, mereka akan bersukaria melihat batu pilihan di tangan Zerubabel. Yang tujuh ini adalah mata TUHAN, yang menjelajah seluruh bumi." 4:11 Lalu berbicaralah aku kepadanya: "Apakah arti kedua pohon zaitun yang di sebelah kanan dan di sebelah kiri kandil ini?" 4:12 Untuk kedua kalinya berbicaralah aku kepadanya: "Apakah arti kedua dahan pohon zaitun yang di samping kedua pipa emas yang menyalurkan cairan emas dari atasnya itu?" 4:13 Ia menjawab aku: "Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?" Jawabku: "Tidak, tuanku!" 4:14 Lalu ia berkata: "Inilah kedua orang yang diurapi yang berdiri di dekat Tuhan seluruh bumi!"
9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama. 9:16 Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu. 9:17 Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup. 9:18 Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah. 9:19 Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat, 9:20 sambil berkata: "Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu." 9:21 Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah. 9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. 9:23 Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu. 9:24 Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita. 9:25 Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. 9:26 Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya. 9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, 9:28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.
Dalam hari-hari yang tenang, mudah mengaku bahwa Allah itu penuh kasih dan banyak melakukan perbuatan besar. Namun, ketika hidup terhimpit oleh sakit berkepanjangan, krisis ekonomi, hubungan keluarga yang tidak harmonis, kedukaan, serta kesusahan lainnya, masih sanggupkah mengaku bahwa Allah tetap melakukan perkara besar?
Bacaan pertama merupakan pengakuan yang lahir bukan dari situasi kenyamanan, melainkan di tengah pergumulan berat seorang saleh yang kehilangan hampir segala sesuatu yang dimiliki termasuk hidupnya. Ayub tidak memahami segala penderitaan yang dialami, apalagi ia seorang yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Umumnya orang meyakini penderitaan sebagai hukuman Allah atas dosa. Namun, dosa apa yang diperbuat Ayub sehingga ia begitu menderita? Ayub tidak menemukan jawaban atas pertanyaan itu. Di tengah misteri kehidupan yang tidak terjelaskan, Ayub berani mengaku bahwa Allah melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak tercapai pengetahuan manusia. Yesus menegaskan kasih Allah yang agung dan universal, melampaui logika keadilan manusia. Allah menerbitkan matahari dan menurunkan hujan bagi orang benar dan tidak benar.Bagaikan bunga yang tetap memancarkan wangi kepada orang yang telah menginjaknya. Inilah perbuatan besar Allah, Ia tetap mengasihi dunia yang berdosa.
Hidup memang penuh misteri, banyak hal terjadidi luar kemampuan manusia untuk memahaminya.Namun iman memampukan orang percaya melihat lebih jauh dari yang nampak di depan mata. Allah tetap berkarya dan mengasihi meski kita tidak memahami jalan-jalan-Nya. Sejatinya, saat kita mengasihi sesama tanpa membedakan, kita pun turut serta memancarkan kasih Allah yang tak tercapai pengetahuan manusia itu. Setiap orang layak menerima kasih tanpa memandang masa lalu yang dilewatinya.
Doa
Bapa, bantulah saya memahami karya kasih-Mu yang ajaib dan mampukan saya menjadi pewarta kasih-Mu dalam keseharian. Amin
Pokok Doa Harian Puji dan Janji
Penutup Minggu
Terimakasih atas berkat. Penyesalan karena kurang kesetiaan dan dosa. Permohonan untuk pengampunan, permohonan berkat untuk hari Minggu. Persiapan gereja Tuahn merayakan kebaktian minggu dan pengharapan akan kedatanganNya yang kedua kali. Kalau kita mengalami kematian supaya itu adalah dalam berkat Tuhan.
Yesus berkata: Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.
Minggu, 2026-05-17
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita.
Ia yang duduk di atas tahta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”