LOADING
Ayat Nats

Ketika Firaun melihat, bahwa hujan, hujan es dan guruh telah berhenti, maka teruslah ia berbuat dosa; ia tetap berkeras hati.

Perikop (TB)

Hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.

Perikop (TB)
Bacaan Alkitab
Yesus menyembuhkan banyak orang sakit

15:29 Setelah meninggalkan daerah itu, Yesus menyusur pantai danau Galilea dan naik ke atas bukit lalu duduk di situ. 15:30 Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. 15:31 Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel.

Yesus memberi makan empat ribu orang

15:32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan." 15:33 Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: "Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?" 15:34 Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil." 15:35 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. 15:36 Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak. 15:37 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh. 15:38 Yang ikut makan ialah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. 15:39 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu pulang. Ia naik perahu dan bertolak ke daerah Magadan.

Israel mencari pertolongan di mana-mana tetapi sia-sia

5:8 Tiuplah sangkakala di Gibea, dan nafiri di Rama. Berteriaklah di Bet-Awen, gemetarlah, hai Benyamin! 5:9 Efraim akan menjadi tandus, pada hari penghukuman; mengenai suku-suku Israel Aku memberitahu apa yang pasti. 5:10 Para pemuka Yehuda adalah seperti orang-orang yang menggeser batas; ke atas mereka akan Kucurahkan gemas-Ku seperti air. 5:11 Efraim tertindas, diremukkan oleh hukuman, sebab ia berkeras untuk berjalan mengikuti kesia-siaan. 5:12 Sebab itu Aku ini akan seperti ngengat bagi Efraim dan seperti belatung bagi kaum Yehuda. 5:13 Ketika Efraim melihat penyakitnya, dan Yehuda melihat bisulnya, maka pergilah Efraim ke Asyur dan mengutus orang kepada Raja 'Agung'. Tetapi iapun tidak dapat menyembuhkan kamu dan tidak dapat melenyapkan bisul itu dari padamu. 5:14 Sebab Aku ini seperti singa bagi Efraim, dan seperti singa muda bagi kaum Yehuda. Aku, Aku ini akan menerkam, lalu pergi, Aku akan membawa lari dan tidak ada yang melepaskan.

Pertobatan yang pura-pura dari pihak orang Israel

5:15 Aku akan pergi pulang ke tempat-Ku, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajah-Ku. Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku:

Hati Yang Setia Di Tengah Pencobaan

Seorang pasien pernah berjanji kepada dokter bahwa ia akan mengubah pola hidupnya setelah sembuh dari sakit yang cukup parah. Selama dirawat, ia begitu disiplin dan berhati-hati. Namun ketika kondisinya membaik, perlahan ia kembali pada kebiasaan lama. Ia lupa betapa rapuhnya dirinya tanpa pertolongan.

Dalam Keluaran 9:34 dicatat bahwa ketika Firaun melihat hujan, hujan es, dan guruh telah berhenti, ia kembali berbuat dosa dan berkeras hati. Saat tulah melanda, ia tampak merendahkan diri. Tetapi setelah keadaan membaik, hatinya kembali keras. Pertobatannya tidak lahir dari hati yang sungguh berubah, melainkan hanya karena tekanan keadaan. Penulis Ibrani mengingatkan, “Supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup” (Ibrani 3:12). Hati yang keras sering dimulai ketika kita menolak mendengar suara Tuhan berulang kali, hati menjadi tumpul dan sulit disentuh. Kisah Firaun menjadi cermin bagi kita betapa mudahnya manusia berseru kepada Tuhan saat terjepit, tetapi melupakan-Nya ketika keadaan tenang. Tuhan tidak mencari penyesalan sesaat, melainkan hati yang setia dan percaya. Ia rindu kita datang dengan kesadaran bahwa tanpa Dia kita lemah dan mudah jatuh.

Ketika kita merasa letih oleh pergumulan dan sadar akan kegagalan sendiri, jangan menjauh dari Tuhan. Justru saat itulah kita perlu merendahkan hati dan kembali kepada-Nya. Di hadapan Tuhan selalu ada ruang untuk dipulihkan dan dikuatkan. Hati yang rendah dan setia akan menemukan kedamaian, sedangkan hati yang keras hanya membawa kita semakin jauh dari Tuhan. Oleh sebab itu, marilah kita tetap percaya dan menjaga hati tetap peka terhadap suara-Nya sekalipun di tengah berbagai pencobaan.

Penulis: ()
Doa

Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk selalu setia kepada-Mu. Dalam segala pencobaan, mampukanlah kami tetap mengarahkan pandangan kami kepadaMu. Amin.

Pokok Doa Harian Puji dan Janji

Bangsa - bangsa dan pemerintahan.

Perdamaian antar bangsa, perlindungan dari penyalahgunaan kekuasaan yang diberikan kepada manusia. Rasa benci antara bangsa - bangsa atau antara ras dan ras supaya hilang. Untuk pemerintahan - pemerintahan yang ada dimuka bumi. Untuk makanan setiap hari. Agar pekerjaan kita memuji Tuhan. Bagi hukum keadilan, kesetiaan dan kebenaran. Untuk segala usaha guna memperkuat perdamaian dan keamanan dalam kehidupan bersama. Bagi keyakinan akan Tuhan sebagai pemelihara bumi ini.

Matius 11: 28

Yesus berkata: Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.


Minggu, 2026-06-14
Ibrani 13: 3

Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini. 

Wahyu 21: 5

Ia yang duduk di atas tahta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”