Ayat Nats
Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku.
Yesus berkata: Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.
Bacaan Alkitab
3:1 Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. 3:2 Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. 3:3 Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!" 3:4 Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. 3:5 Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. 3:6 Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.
3:7 Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, 3:8 dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. 3:9 Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. 3:10 Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. 3:11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah." 3:12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
2:12 Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya. 2:13 Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat. 2:14 Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat. 2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Pemazmur sedang menghadapi ketidakpastian hidup karena ancaman musuh yang hendak memusnahkannya. Dari tempat persembunyian di dalam gua yang sunyi dan gelap, Daud berseru kepada Allah. Ia percaya bahwa Allah satu-satunya tempat perlindungan dan sumber keselamatan sejati. Bacaan pertama menunjukkan dalam situasi krisis, pengharapan Daud tidak bertumpu pada kekuatannya sendiri, melainkan pada kasih setia Allah. Karena itu dalam doanya Daud berkata, “Allah yang menyelesaikannya bagiku.” Pengakuan itu lahir bukan ketika persoalan sudah selesai, tetapi ketika ancaman masih nampak jelas di depan mata. Daud percaya meski jalan keluar belum nampak, Allah sedang mengerjakan karya keselamatan.
Injil Yohanes memberi kesaksian tentang masa-masa terakhir Yesus bersama para murid. Untuk menggenapi karya penyelamatan bagi dunia, maka Yesus tidak akan hadir secara fisik selamanya di dunia ini. Ia akan disalib, wafat, bangkit, dan naik ke surga. Namun, itu bukanlah tanda bahwa para murid dan orang percaya ditinggalkan sendiri di dunia ini. Yesus mengajak murid-murid untuk meminta dalam nama-Nya dan percaya bahwa Allah mendengar seruan mereka. Jawaban Allah atas seruan umat selalu tepat waktu. Itulah yang dialami seorang yang tangannya mati sebelah dalam Injil Markus. Saat itu hari Sabat dan tidak diperkenankan mengobati orang sakit. Tetapi karya kasih Allah tidak pernah dihalangi waktu, meskipun menurut orang-orang Farisi, Sabat bukanlah waktu yang tepat untuk menyembuhkan.
Dalam kehidupan sehari-hari mungkin kita pernah bersembunyi dalam “guagua” untuk menghindari tekanan hidup. Entah karena situasi ekonomi yang sulit, sakit keras berkepanjangan, relasi yang retak, kegagalan, atau hati yang lelah karena memikul beban terlalu lama. Dalam keadaan seperti itu Firman mengingatkan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya, pertolongan-Nya selalu tepat waktu. Persoalan mungkin tetap ada, tetapi Ia memberi ketenangan dan kekuatan untuk bertahan. Karena itu orang percaya dipanggil untuk terus berseru dan berharap kepada Allah, sebab Ia yang dahulu menyertai Daud dan para murid tetap berkarya dalam kehidupan umat-Nya hari ini dan selamanya.
Doa
Dalam situasi krisis karena berbagai sebab, tolonglah kami tetap berharap pada Allah yang menjadi satu-satunya tempat perlindungan dan sumber keselamatan sejati. Amin
Pokok Doa Harian Puji dan Janji
Keluarga, Sekolah, Pekerjaan
Rumah tangga kita, sanak saudara dan sahabat. Pekerjaan kita baik yang didalam maupun di luar rumah tangga, pendidikan anak - anak sekolah, asrama - asrama, panti asuhan; para guru, pendidikan dan pengasuh, katakesasi, pelayanan anak - anak, pemuda dan remaja.
Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya.
Minggu, 2026-08-23
Yesus Kristus berkata: Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Ia yang duduk di atas tahta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”