Ayat Nats
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
Karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”
Bacaan Alkitab
4:19 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. 4:20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah." 4:21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. 4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." 4:25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami." 4:26 Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."
9:13 Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi. 9:14 Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat. 9:15 Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat." 9:16 Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka. 9:17 Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi." 9:18 Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya 9:19 dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?" 9:20 Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta, 9:21 tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri." 9:22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan. 9:23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri."
Dalam sebuah keluarga yang harmonis, seorang anak tidak akan merasa takut untuk datang kepada ayahnya. Ketika ia mengalami kesulitan, kesedihan, atau kegagalan, ia tahu bahwa ada sosok yang siap mendengarkan, menghibur, dan menolongnya. Hubungan yang dekat itu membuat seorang anak memiliki rasa aman dan kepercayaan. Sebaliknya, hubungan yang jauh akan membuat anak merasa canggung bahkan ragu untuk mendekat. Hal yang sama juga dapat terjadi dalam kehidupan rohani manusia. Cara seseorang memandang Allah sering kali memengaruhi bagaimana ia datang kepada-Nya dalam doa dan menjalani kehidupannya sehari-hari.
Dalam Mazmur 103:13, pemazmur ingin menunjukkan bahwa Allah bukanlah Pribadi yang jauh dan tidak peduli terhadap pergumulan umat-Nya. Sebagaimana seorang ayah yang mengasihi anak-anaknya, demikian pula Allah menunjukkan belas kasihan, perhatian, dan pemeliharaan-Nya kepada mereka yang hidup dalam hormat kepada-Nya. Kasih Allah bukanlah kasih yang dingin dan tanpa perasaan, melainkan kasih yang penuh kelembutan dan pengertian terhadap kelemahan manusia.
Rasul Paulus juga menjelaskan relasi Allah dengan manusia yang hangat, akrab dan penuh kepercayaan melalui Allah mengaruniakan Roh Anak-Nya ke dalam hati orang percaya, Melalui iman kepada Kristus, manusia tidak lagi berdiri sebagai orang asing di hadapan Allah, melainkan diterima sebagai anak-anak-Nya. Roh Kudus meneguhkan identitas tersebut, sehingga orang percaya dapat datang kepada Allah dengan keyakinan dan kasih.
Allah menghendaki hubungan yang dekat dengan umat-Nya. Ia bukan hanya Raja yang berdaulat, tetapi juga Bapa yang penuh kasih. Kesadaran ini seharusnya mengubah cara kita menjalani kehidupan iman. Kita tidak perlu datang kepada Allah dengan keraguan dan ketakutan, melainkan dengan keyakinan bahwa Dia mengasihi dan memperhatikan kita. Oleh sebab itu, marilah kita terus membangun relasi yang intim dengan Tuhan. Ketika sukacita datang maupun saat pergumulan menghampiri, datanglah kepada-Nya sebagai anak kepada Bapa yang penuh kasih. Semakin kita mengenal kasih “kebapaan” Allah, semakin besar pula kepercayaan kita untuk bersandar kepada-Nya dalam segala keadaan.
Doa
Biarlah aku merasakan kehangatan kasih-Mu, ya Allah, bagaikan seorang anak yang merasa aman dalam pelukan bapanya.
Pokok Doa Harian Puji dan Janji
Sesama kita
Tetangga, teman sekerja, partner dalam perdagangan. Penghiburan, nasehat dan bantuan untuk para pengungsi, penganggur; orang - orang yang sakit, lemah, buta, bisu atau cacat. Para janda dan duda, orang - orang yang kerasukan, yang ada dalam godaan, para tahanan, para korban penindasan dan kekuasaan.
Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
Minggu, 2026-08-09
Yesus Kristus berkata: Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Ia yang duduk di atas tahta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”